5+ Jenis dan Sejarah Ayam Sabung Terpopuler di Indonesia

14 September 2019

Tahukah Anda bahwa dalam dunia taruhan judi sabung, pemain yang mempertaruhkan ayam aduan mereka memiliki berbagai jenis yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan setiap jenis ayam sabung yang dipertaruhkan memiliki kemampuan dan kelemahan masing-masing dalam arena pertaruhan di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia.

jenis dan sejarah judi sabung ayam
Untuk di Indonesia sendiri, para pelaku judi sabung ayam tentunya telah memiliki jenis ayam petarung tersendiri sebelum dimainkan ke dalam pertarungan. Maka dari itu, bagi Anda yang belum mengetahui jenis-jenisnya dan ingin masuk ke dalam dunia taruhan judi sabung ayam berikut penjelasannya.

Jenis-Jenis Ayam Sabung Terpopuler

Namun sekilas informasi sebelum menjelaskan lebih dalam, jika ingin memainkan permainan ini secara online Anda bisa bermain di situs agensabungayam.club. Karena di agensabungayam.club selain bisa memainkan judi sabung ayam secara online yang seru dan menantang, Anda juga akan mendapatkan keuntungan besar.

Semua jenis ayam sabung atau lebih sering disebut dengan ayam aduan memiliki banyak perbedaan dan ciri khas yang unik. Dan berikut 7 Jenis ayam sabung yang banyak dicari dan dipertaruhkan dalam arena pertandingan.

Ayam Bangkok (Thailand)

ayam sabung bangkok
Ayam Bangkok adalah jenis pertama yang sangat dikenal oleh mayoritas pemain judi sabung di Asia termasuk Indonesia. Karena jenis ayam yang berasal dari negara Thailand ini memiliki kecerdasan tertinggi dibandingkan ayam-ayam lainnya saat di dalam arena. Ditambah lagi fisiknya yang kuat, agresif, pukulan keras dan juga sangat lincah sehingga mampu bertarung sampai mati. Maka tak heran jika para peminat dari Indonesia sendiri telah mengetahui hal tersebut dan digunakan dalam pertaruhan ayam sabung di daerah masing-masing.

Ayam Birma (Myanmar)

ayam sabung burma
Untuk jenis ayam kedua adalah bernama Birma atau Burma yang berasal dari negara Myanmar dan dianggap sebagai ayam liar. Walaupun begitu jenis ayam aduan satu ini belakangan sangat disukai oleh penggemar sabung ayam baik untuk laga maupun sekedar koleksi. Hal ini dikarenakan ayam birma memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh jenis lainnya yakni ukuran berat badan hanya sekitar 2 – 3 kg saja. Jadi dengan ukuran badan kecil itu, ayam ini mampu bersaing dengan jenis lainnya dalam bertarung karena lebih lincah dan gesit.

Ayam Saigon (Vietnam)

ayam sabung saigon
Jenis ayam laga satu ini merupakan salah satu hasil persilangan yang dikembangkan oleh negara Vietnam. Jadi untuk jenis ayam satu ini sering juga disebut dengan ayam Bangkok Vietnam. Namun untuk jenis satu ini, sebenarnya kurang diminati karena tidak sepopuler ayam bangkok dan birma. Karena ayam saigon lemah dan kurang lincah dalam mencari peluang untuk menyerang lawan dengan gerakan lambat yang dimiliki. Walaupun begitu, ayam saigon juga memiliki keunggulan lain yakni fisik sangat kuat dengan struktur otot-otot dan tulang yang kokoh.

Ayam Philipine (Filipina)

ayam sabung pihi
Ayam yang berasal dari negera Filipina ini pada umumnya sering digunakan dalam arena laga tanding secara online yakni di S128. Selain memiliki variasi warna, ayam philipine juga mempunya jalu yang dapat diandalkan ketika bertarung di dalam arena. Dan juga ayam philipine memilki kakai agak kecil namun dapat melontarkan tendangan keras ke arah lawannya. Karena kombinasi tendangannya dilakukan dengan mematuk kepala musuh saat duel di udara.

Ayam Bali (Indonesia)

ayam sabung bali
Untuk jenis taruhan berikutnya yakni ayam bali dimana sering juga disebut dan dikenal sebagai sebutan Olagan. Sesuai dengan namanya ayam ini asli dari pulau Bali, Indonesia dan memiliki sejarah tersendiri. Dan untuk dunia pertarungan, sebenarnya ayam bali ini kurang tangguh, karena jika terkena pukulan oleh lawan sering menghindar seperti akan kabur. Namun dalam hal pukulannya tidak kalah dengan ayam aduan lainnya seperti bangkok dan birma.

Ayam Ciparage (Indonesia)

ayam sabung ciparage
Ayam Ciparage adalah jenis ayam petarung asli dari negera Indonesia tepatnya dari desa cimalaya, ciparage karawang. Dan konon jenis ini merupakan keturunan ayam dari Adipati Singaperbangsa yang menjadikan ayam petarung beredar pada jaman kerajaan abad ke-17. Namun dijaman yang sudah semakin maju saat ini membuat ayam jenis satu ini sangat susah ditemukan. Ayam Ciparage ini dulunya juga sangat dikenal sebagai ayam tangguh di arena aduan dengan memiliki karakteristik menyerupai ayam bangkok yakni postur tubuh tinggi, ramping dan taju mencuat runcing.

Ayam Shamo (Japan)

ayam sabung shamo
Untuk jenis taruhan terakhir yang populer adalah Ayam Shamo atau dikenal juga dengan julukan “ninja mini” dari negara jepang. Disebut dengan hal demikian karena ayam shamo dikenal memiliki gerakan cepat serta mempunyai pukulan akurat mengenai lawannya dan mematikan. Meskipun dijuliki ninja mini dari jepang jangan terkecoh, karena dibandingkan dengan ayam petarung lainnya bentuk ayam satu ini sangat atletis. Dimana jenis ayam satu ini mampu menegakkan badan hingga 95% saat berdiri.

Itulah beberapa jenis ayam sabung atau aduan yang mungkin harus Anda ketahui jika ingin mencoba bertaruh judi uang asli. Apalagi jika Anda ingin memainkan taruhan judi sabung ayam secara online, pastinya harus lebih mengetahui karakter-karakter ayam yang dipertaruhkan. Dan berikut akan kami berikan juga pengetahuan singkat mengenai sejarah dimulainya taruhan judi sabung ayam kepada Anda sebagai berikut.

Sejarah Judi Sabung Ayam di Indonesia

Sabung ayam adalah salah satu satu kebiasaan atau tradisi jaman dulu yang sering dimainkan dengan cara mengadu dua ekor ayam. Dimana sudah diwariskan sejak ratusan tahun yang lalu dengan versi yang berbeda-beda di setiap daerah atau kota di Indonesia. Dan perlu diketahui juga bahwa sabung ayam di Indonesia dulunya bukan sekedar permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, kebudayaan dan politik. Salah satunya terjadi pada kerajaan Jenggala yang akan kita jelaskan berikut ini.

 

sejarah sabung ayam Indonesia
 

Dimulai pada jaman kerajaan Jenggala di abad ke-11, yang berceritakan perihal sabung ayam dan relasi simbol kekuasaan. Masyarakat Indonesia khususnya di daerah jawa tentu telah mengetahui folklore “Cindelaras” yang berceritakan tentang putra raja yang terbuang. Dan berkat jalan takdir baiknya, cindelaras kembali dipertemukan dengan ayahnya yakni raja Raden Putra melalui momen pertaruhan sabung ayam.

Cerita bermula ketika ada seorang anak muda yang bernama Cindelaras memiliki seekor ayam sakti dan tidak terkalahkan dalam kerajaan Jenggala. Dan pada suatu hari berita tersebut terdengar sampai ke istana, raja Jenggala, Raden Putra mengundang cindelaras untuk datang serta menantang ayam milik Cindelaras. Dan Raden Putra pada saat itu juga bertaruh bahwa jika ayam miliknya kalah, maka semua kekayaannya akan diserahkan kepada cindelaras. Dan juga sebaliknya, jika ayam Cindelaras yang kalah, maka kepala Cindelaras harus rela dipenggal. Walaupun terdengar demikian Cindelaras tidak takut dan menyetujui hal itu.

Pertarungan antara ayam Cindelaras dan Raden Putra pun berlangsung sangat tegang, sehingga akhirnya diakhiri dengan kemenangan untuk Cindelaras. Kemudian ketika itu, hal aneh pun terjadi yakni dimana ayam milik Cindelaras mengeluarkan suara yang mengatakan bahwa Cindelaras adalah anak dari raja Raden Putra tersebut. Sontak raja Raden Putra pun kaget mendengar hal itu, dan langsung menanyakan hal tersebut kepada Cindelaras. Dan Cindelaras dengan sontak nya membenarkan hal tersebut. Singkat cerita istri tua raden putra yang dibuang pun datang dan kembali menjelaskannya dan raja pun menyesal atas perbuatan yang dibuatnya.

Demikianlah artikel tentang pembahasan jenis dan sejarah dalam permainan judi sabung ayam yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Semoga dengan membaca kembali artikel ini, Anda ingin mencoba memainkan permainan judi sabung ayam secara online yang justru lebih menguntungkan. Untuk cara pendaftaran akun permainan, Anda bisa mengunjungi live chat yang tersedia.